Berapa Banyak Lagi Hutan yang Perlu Digunduli Untuk Pembukaan Lahan?

Muhammad Gian Farrel Rafandi, Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Malang

Setiap menit, dunia kehilangan area hutan seluas 11 lapangan sepak bola akibat pembukaan lahan. Ini bukan sekadar angka statistik ini adalah alarm keras yang menunjukkan betapa cepatnya hutan-hutan dunia, termasuk Indonesia, menghilang. Didorong oleh kebutuhan akan lahan pertanian, industri, dan pemukiman, deforestasi kini menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup ekosistem dan keseimbangan iklim global.

Padahal, ada banyak solusi yang dapat diambil tanpa harus mengorbankan hutan. Intensifikasi pertanian yaitu meningkatkan hasil dari lahan yang sudah ada bisa menjadi alternatif daripada membuka lahan baru. Selain itu, pemanfaatan lahan terlantar, teknologi pertanian vertikal, dan sistem agroforestri menawarkan peluang untuk memenuhi kebutuhan manusia secara lebih ramah lingkungan. Sayangnya, solusi-solusi ini sering diabaikan karena dianggap kurang menguntungkan dalam jangka pendek.

Kasus nyata yang tercatat dalam laporan WWF menunjukkan bahwa Indonesia telah kehilangan lebih dari 9 juta hektar hutan primer antara tahun 2001 hingga 2019. Sementara itu, studi FAO menyatakan bahwa 80% deforestasi global disebabkan oleh pertanian komersial besar-besaran. Angka-angka ini menunjukkan bahwa pembukaan hutan bukanlah kebutuhan mutlak, melainkan hasil dari pola pembangunan yang tidak berkelanjutan.

Sudah saatnya kita mengakhiri praktik usang ini. Pembukaan lahan yang merusak hutan bukanlah pilihan yang dapat terus dipertahankan, terutama dalam era di mana ancaman perubahan iklim semakin nyata. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat luas perlu mengambil langkah tegas menuju pembangunan yang berkelanjutan. Hutan bukanlah sumber daya tak terbatas dan jika kita tidak bertindak sekarang, mungkin sebentar lagi kita hanya bisa melihat hutan dalam gambar dan cerita. Kita harus bertanya dengan serius: berapa banyak lagi hutan yang perlu digunduli sebelum kita menyadari bahwa kita telah kehilangan segalanya?

Share this Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Halo 👋
Ada yang dapat kami bantu?