
Fairuz Syifa’dinia Ramadani JurusanTeknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang

Setiap musim hujan, masyarakat sering kali menghadapi persoalan jalan yang cepat rusak dan tergenang air. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kelancaran mobilitas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Sayangnya, banyak orang menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang “biasa”, tanpa menyadari bahwa akar permasalahannya terletak pada sistem drainase yang buruk. Sistem drainase memiliki peran yang sangat penting dalam infrastruktur jalan. Fungsinya adalah mengalirkan air hujan dari permukaan jalan ke saluran pembuangan, sehingga air tidak tertahan atau meresap ke dalam struktur jalan. Ketika air dibiarkan menggenang di permukaan jalan, perlahan-lahan hal ini akan merusak lapisan perkerasan dan mengurangi umur layan jalan.
Drainase yang efektif mampu menjaga kestabilan tanah dasar jalan dan mencegah kerusakan pada struktur perkerasan. Jika air tidak dapat mengalir dengan lancar atau justru masuk ke dalam lapisan bawah jalan, maka kekuatan struktur akan menurun dan mempercepat kerusakan, seperti munculnya retakan, lubang, hingga amblesnya badan jalan. Kerusakan semacam ini tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kerusakan akibat genangan air juga berdampak pada anggaran. Biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan yang rusak karena tidak adanya drainase jauh lebih besar dibandingkan membangun sistem drainase sejak awal. Maka dari itu, membangun drainase adalah langkah preventif yang lebih hemat dan efisien dalam jangka panjang.
Jalan yang dirancang dengan sistem drainase yang baik cenderung memiliki masa layanan yang lebih panjang. Dengan manajemen air permukaan yang tepat, kualitas pelayanan infrastruktur jalan akan tetap terjaga dan minim biaya pemeliharaan. Oleh karena itu, drainase seharusnya menjadi bagian penting dalam setiap perencanaan teknis pembangunan jalan. Pembangunan dan pemeliharaan drainase memang menjadi tanggung jawab utama pemerintah. Namun, masyarakat juga perlu ikut serta menjaga saluran drainase agar tetap bersih dan tidak tersumbat sampah. Partisipasi aktif masyarakat sangat berperan dalam menjaga fungsi drainase, terutama di lingkungan permukiman dan kawasan padat.Drainase bukanlah elemen pelengkap, melainkan komponen inti dari infrastruktur jalan yang kuat, tahan lama, dan aman. Pemerintah sebagai pelaksana pembangunan, serta masyarakat sebagai pengguna, harus saling bersinergi dalam merawat sistem drainase. Dengan begitu, kerusakan jalan yang bisa menimbulkan kerugian secara sosial maupun ekonomi dapat dicegah sejak awal.







